Kaos kaki sering mendapat perhatian yang minim karena tidak terlihat. Padahal, memilih, memakai, dan merawat kaos kaki yang baik akan membuat lari menjadi nyaman, bahkan mampu menghindari cedera. Banyak masalah yang mungkin timbul ketika kita mengenakan kaos kaki yang tidak baik saat berlari. Mulai kulit kaki yang menggelembung & berisi air, hingga lecet. Kelihatannya remeh. Namun, ketika kaki sudah lecet, rasa sakitnya dapat membuat kita berhenti berlari. Bahkan berhari-hari, sampai lecet hilang.
Ada beberapa faktor yang perlu kita perhatikan saat membeli kaos kaki. Diantaranya adalah bahan, bantalan, ukuran, dan desain.

Kaos kaki berbahan 100% katun sebaiknya dihindari. Kaos kaki yang baik adalah perpaduan antara katun dan akrilik. Katun berfungsi sebagai penyerap kelembapan dan akrilik menjaga kaki tetap kering.

Beberapa kaos kaki mendesain bagian bawahnya dengan ketebalan yang berbeda. Hal itu diperuntukkan bagi bagian-bagian kaki yang sering memperoleh tekanan. Tambahan bantalan yang empuk membuat kaki lebih nyaman.

Sama dengan sepatu yang kebesaran, kaos kaki yang terlalu besar mengakibatkan kaki akan sering mengalami gesekan yang berujung pada lecet. Sebaliknya, kaos kaki yang terlalu ketat membuat kaki tidak bebas bergerak dan berpotensi mengubah cara kita berlari.

Kaos kaki umumnya didesain dengan panjang ke arah kaki yang berbeda-beda. Ada yang panjang dan pendek sesuai selera. Seperti apa pun pilihan kita, sebaiknya pilih kaos kaki yang bagian belakangnya lebih tinggi daripada kerah belakang sepatu. Dengan begitu, bagian belakang kaki tidak lecet terkena gesekan kerah belakang sepatu.

Bila kaos kaki sudah mulai menipis, bentuknya mulai tidak beraturan, elastisitasnya berkurang atau menjadi longgar, sudah waktunya kaos kaki tersebut diganti.?Agar usia kaos kaki tahan lama, perhatikan beberapa tips merawat kaos kaki berikut:
***
Nah itu tadi beberapa tips dan informasi tentang kaos kaki, si kecil yang sering terabaikan. Keep running!
Ada beberapa faktor yang perlu kita perhatikan saat membeli kaos kaki. Diantaranya adalah bahan, bantalan, ukuran, dan desain.
Bahan Kaos Kaki
Kaos kaki berbahan 100% katun sebaiknya dihindari. Kaos kaki yang baik adalah perpaduan antara katun dan akrilik. Katun berfungsi sebagai penyerap kelembapan dan akrilik menjaga kaki tetap kering.
Bantalan Kaos Kaki
Beberapa kaos kaki mendesain bagian bawahnya dengan ketebalan yang berbeda. Hal itu diperuntukkan bagi bagian-bagian kaki yang sering memperoleh tekanan. Tambahan bantalan yang empuk membuat kaki lebih nyaman.
Ukuran Kaos Kaki
Sama dengan sepatu yang kebesaran, kaos kaki yang terlalu besar mengakibatkan kaki akan sering mengalami gesekan yang berujung pada lecet. Sebaliknya, kaos kaki yang terlalu ketat membuat kaki tidak bebas bergerak dan berpotensi mengubah cara kita berlari.
Desain Kaos Kaki
Kaos kaki umumnya didesain dengan panjang ke arah kaki yang berbeda-beda. Ada yang panjang dan pendek sesuai selera. Seperti apa pun pilihan kita, sebaiknya pilih kaos kaki yang bagian belakangnya lebih tinggi daripada kerah belakang sepatu. Dengan begitu, bagian belakang kaki tidak lecet terkena gesekan kerah belakang sepatu.
Penggantian dan Perawatan Kaos Kaki
Bila kaos kaki sudah mulai menipis, bentuknya mulai tidak beraturan, elastisitasnya berkurang atau menjadi longgar, sudah waktunya kaos kaki tersebut diganti.?Agar usia kaos kaki tahan lama, perhatikan beberapa tips merawat kaos kaki berikut:
- Gunakan kaos kaki khusus hanya untuk berlari.
- Cuci kaos kaki secara rutin. Kaos kaki yang kotor membuatnya tidak nyaman dan meningkatkan resiko lecet.
- Ikuti instruksi di label (washing label) saat mencuci kaos kaki.
- Beberapa kaos kaki disarankan dicuci dengan pelembut untuk mempertahankan mutu materialnya tetap baik.
- Jangan cuci dengan pemutih. Pemutih merusak serat kaos kaki.
***
Nah itu tadi beberapa tips dan informasi tentang kaos kaki, si kecil yang sering terabaikan. Keep running!
Komentar
Posting Komentar